Orang Tua Berkarya merupakan kegiatan tahunan orang tua siswa Erudio Indonesia yang ditantang untuk membuat proyek. Selama proses berproyek, orang tua siswa diajak untuk menggunakan prinsip dan metode belajar Erudio Indonesia, sehingga orang tua siswa juga memahami bagaimana proses belajar siswa di Erudio Indonesia

 

Kali ini, pameran Parents Proyek diisi oleh orang tua siswa SMA Erudio Indonesia Batch 9 dan juga orang tua siswa SMP Erudio Indonesia Batch 1. Orang tua siswa diajak untuk mencari isu, melakukan riset, mencari referensi, memilih medium, hingga melakukan sesi konsultasi bersama fasilitator, seperti yang dilakukan setiap siswa Erudio Indonesia.

Selamat menikmati pameran proyek Orang Tua Berkarya 2021!

*kunjungi melalui desktop untuk pengalaman lebih baik

B
E
R
K
A
R
Y
A

O
R
AN
G
T
U
A

It's Ok by Ina Hasyim
It's Ok by Ina Hasyim

press to zoom

press to zoom

press to zoom
It's Ok by Ina Hasyim
It's Ok by Ina Hasyim

press to zoom
1/4
It's Ok

Oleh Ina Hasyim

It’s ok to live a life that others don’t understand. Sometimes people get you and sometimes they don’t, that’s 100% ok. It’s ok to be deferent, don’t worry because you’re happy now. Karya ini saya buat untuk mendukung anak anak yang berani mengambil keputusan besar,yang tidak umum dan bahkan di pandang aneh oleh sebagian orang. Lukisan dgn warna warna yg menggambarkan pemikiran, perbedaan tujuan dan penyampaian.

Love Light the World by Liliani
Love Light the World by Liliani

press to zoom

press to zoom
Love Light the World by Liliani
Love Light the World by Liliani

press to zoom
1/2
Love Light the World

Oleh Liliani

Kreasi dari bunga kering.

BitterSweet Party by Rudy 'tulang' Setiawan
BitterSweet Party by Rudy 'tulang' Setiawan

press to zoom

press to zoom

press to zoom
BitterSweet Party by Rudy 'tulang' Setiawan
BitterSweet Party by Rudy 'tulang' Setiawan

press to zoom
1/4
BitterSweet Party

Oleh Rudy 'tulang' Setiawan

Karya ini merupakan sebuah bentuk KARYA PARTISIPATIF, dimana saya harapkan adanya keikutsertaan dan keterlibatan dari siapapun yang memang mempunyai kesamaan emosi dalam menjalani proses belajar untuk menyikapi hidup.
Ini sebuah cerita tentang proses itu sendiri yang terus menerus dan merayakannya dimana rel nya pasti akan menemui kebahagiaan & kesedihan, sukses & gagal, pahit getir & manisnya dan lain sebagainya.
Menjadi penting mengapa dikarya ini Pohon Ara dan batu putih yang saya jadikan medium sebagai sebuah KARYA PARTISIPATIF dan secara sadar saya jadikan sebagai sebuah simbol dari ‘merayakan proses’ ini. Pohon Ara selain mempunyai manfaat dari buahnya yang kaya akan kalsium dan serat, buah pohon ara mengandung banyak antioksidan, flavonoid dan polyphenol, selain beberapa penelitian dan referensi yang menyebutkan manfaat positif lainnya dan tentu ini semua mempunyai manfaat bagi manusia. Keistimewaan pohon ara inipun mempunyai makna dalam konteks religius, terutama di beberapa agama, didalam Al Quran pohon ini diabadikan jadi salah satu surat yaitu surat At-Tin. Ada kisah di Alkitab Perjanjian Baru yang menyebutkan bahwa Pohon Ara dikutuk oleh Tuhan Yesus, sedangkan di Alkitab Perjanjian Lama menjadi salah salah satu pohon yang disebut selain Pohon Kehidupan dan Pohon Pengetahuan.
Didalam agama Buddha bahkan menjadi tempat saat Sang Buddha Gautama memeperoleh pencerahan, dimana pohon bodhi inipun juga dikenal sebagai pohon tin, yang juga dipandang suci oleh penganut agama Hindhu dimana dikenal sebagai pohon dunia yang akarnya menjadi sumber sungai Saraswati.
Melihat hal diatas, tentu menjadi sangat istimewa terutama dalam benak dan pikiran saya tentang Pohon Ara ini, pasti akan menjadi pengalaman bathin yang sangat menarik ketika menunggu berbuah dan apalagi merasakan buahnya, barangkali buah ini bukanlah sebuah hasil dari proses, mungkin saja adalah stasiun pemberhentian sementara untuk melanjutkan perjalanan.
Batu-batu putih yang berada di sekitar Pohon Ara saya anggap sebagai sebuah simbol momentum bersama untuk bisa menorehkan dan merayakan proses-proses buat siapapun yang merasa dalam satu emosi. Dimana saya mewarnai 4 batu putih tersebut dengan warna merah, sebagai awal untuk terus mampu berproses sesuai renjana, dan saya harapkan batu putih ini nanti akan berubah sesuai torehan-torehan kebebasan renjana yang baik dari siapapun - yang sekali lagi -, mempunyai kesamaan emosi menjalani dan merayakan proses.

How to make Parents Project Video For Beginner

Oleh Ahmad Subenarto/Iloona Marianne

Parents Project Kami mengambil ide dari apa itu Parents Project, summary dari apa saja yang perlu dilakukan dalam membuat karya dan spesifik untuk bagaimana memproses karya dalam bentuk Video dengan menggunakan Sofware Davinci Resolve (Davinci Resolve dipilih karena beginner friendly dan Free Sofware namun powerful dalam pengolahan Video). Ide dasar diambil dari Beginner Tutorial dalam pemrosesan sebuah video namun mengambil tema Erudio Parents Project.

Too Much Love Will NOT Kill You

Oleh Melviyanti Dewi & Renard Simanjuntak

Sedikit sharing tentang seni membuat roti sendiri di rumah sebagai alternatif yang lebih sehat daripada membeli produk roti jadi di luar.

Wonderful Indonesia

Oleh Laela Nawal (Ena)

Wonderful Indonesia memiliki pengertian sebagai keunikan dan keindahan yang dimiliki oleh Indonesia. Keragaman tersebut berupa budaya, suku, adat dan wisata Indonesia. Saya menampilkan keindahan dan keunikan Indonesia dalam suatu bidang 3 dimensi yaitu berupa tas ayaman rotan yang dilukis sehingga kesan dan nuansa alam Indonesia dapat terlihat dan tergambar dari karya tersebut.

Kolase pandemi Covid-19 by Theo & Irma
Kolase pandemi Covid-19 by Theo & Irma

press to zoom
Kolase pandemi Covid-19 by Theo & Irma
Kolase pandemi Covid-19 by Theo & Irma

press to zoom
1/1
Kolase pandemi Covid-19 & Foto alat seduh kopi dan teh

Oleh Theo & Irma

Proyek 1. Kolase dengan guntingan koran, foto dan cat acrylic. Dalam kolase ini kami ingin menggambarkan keadaan masyarakat pada saat masa pandemik. Berita di koran didominasi oleh berita tentang virus covid 19, vaksin, orang sakit, kematian. Kolase ini dibuat dengan menggunakan guntingan koran, foto-foto yang diambil dari google dan di cat dengan menggunakan cat acrylic.

Proyek 2. Foto alat seduh kopi dan teh. Selama pandemi kami belajar fotografi, belajar soal kopi, dan seni menyeduh teh dari youtube. Dalam project fotografi ini kami menggunakan alat seduh kopi dan teh sebagai objek foto. Kamera yang digunakan adalah Sony Alpha 7R3, lensa Sony FE 55 1.8 dan menggunakan lighting natural. Konsep dari projek ini adalah foto produk dengan objek alat seduh teh dan kopi.

Plastic bag art recycled

Oleh Lulu Dayina

Memanfaatkan kantong plastik di rumah, sangat membantu menjaga bumi kita dan mahluk hidup di bumi. Tidak hanya kantong plastik, tapi masih banyak plastik2 dalam bentuk lain yg bisa kita manfaat kan agar tidak terbuang di tempat yg salah. Lakukan hal kecil dari sekarang, untuk mewujudkan masa depan yang besar.

1
1

press to zoom
2
2

press to zoom
21
21

press to zoom
1
1

press to zoom
1/21
Quote Anthony Robbins

Oleh Daniel Ventje

Belajar dari Anthony Robbins seorang motivator, pelatih, pembicara dengan bayaran termahal di dunia, agar bisa memotivasi diri sendiri dan orang lain.

From Nothing to Something by Britt Hermawan & Mochamad Fachri
From Nothing to Something by Britt Hermawan & Mochamad Fachri

press to zoom

press to zoom

press to zoom
From Nothing to Something by Britt Hermawan & Mochamad Fachri
From Nothing to Something by Britt Hermawan & Mochamad Fachri

press to zoom
1/7
From Nothing to Something

Oleh Britt Hermawan & Mochamad Fachri

Jaman sekarang yang serba digital ini banyak sekali fast fashion dari pada slow fashion. Sehingga limbah fashion jauh lebih banyak, terlebih di jaman pandemi ini orang leboh hati-hati dalam menggunakan pakaian atau kain bekas. Sehingga sampah tekstil makin menggunung. Dimana limbah textil tidak mudah larut di tanah. Atas rasa sayang kami terhadap bumi maka kami berinisiatif untuk membuat karya upcycle dari sisa bahan-bahan textile yang kami dapatkan dari produsen textile dan menjahitnya menjadi sesuatu yang berguna untuk banyak orang. Yaitu masker kain, atasan wanita, rok dan tempat tusukan jarum. Dan 10% dari hasil penjualan produk-produk ini akan didonasikan kepada Panti Asuhan di Jakarta Selatan.

Walking Tour

Oleh Okki & Inda

Walking tour adalah kegiatan yang sering kami lakukan sebelum masa pandemi, kegiatan yang menurut kami bermanfaat, seru, tidak memerlukan waktu yang lama dan hemat biaya! Semoga dengan video singkat yang kami buat ini bisa menambah alternatif pilihan mengisi waktu luang anda.

Overjoyed by Qorry Octaviani
Overjoyed by Qorry Octaviani

press to zoom
Overjoyed by Qorry Octaviani
Overjoyed by Qorry Octaviani

press to zoom
1/1
Overjoyed

Oleh Qorry Octaviani

Mural di dinding sisi tangga untuk menciptkakan rasa bahagia.

A Mute Stranger at what time is it now marketderful Indonesia

Oleh Aleks & Mhyajo

video berdurasi 5 menit dengan latar suara menarasikan sebuah puisi oleh Alexander - merupakan bagian dari seri karya "What Time is it : NOW! " yang di buat oleh mhyajo, dari karya original merupakan naskah teater yang ditulis th. 2017 lalu. A mute stranger at the What TIme is it : NOW! Market merupakan tulisan di awal th. 2020. Yang merepresentasikan mengenai penglihatan akan masa depan dimana cerita mengenai kebudayaan yang ada saat masa lalu sudah tidak ditemukan lagi dan tak bernilai. Sebuah bentuk refleksi diri dan sindiran akan merajanya 'pop culture' - dihantarkan dalam media audio visual yang sangat progresif. (khusus untuk 13+ dengan bimbingan orang dewasa)

Melindungi Bumi dengan Kreasi

Oleh Rico & Firgiza

Masalah sampah, khususnya sampah plastik, saat ini sudah menjadi salah satu issue terbesar di seluruh penjuru dunia. Bahkan, Indonesia telah menjadi salah satu negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia. Di beberapa negara, telah gencar disuarakan kampanye untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Sampah plastik sangat berbahaya karena bersifat polutan, merusak ekosistem, proses pengolahannya menghasilkan toksik yang dapat menimbulkan kanker, dan sifatnya yang sangat sulit terurai. Berawal dari keprihatinan atas masalah sampah plastik itu, walaupun hanya dalam skala kecil, kami mencoba untuk turut berkontribusi mengurangi sampah plastik, dengan mengolahnya kembali menjadi barang-barang yang dapat berguna. Untuk saat ini, kami memfokuskan diri pada sampah plastik berupa jeriken (jerry can) dan botol plastik bekas minuman kemasan. Kami berharap, karya pendek dan sederhana ini dapat menginspirasi orang lain untuk turut peduli pada masalah sampah, khususnya sampah plastik. Contoh ini hanya sebagian kecil dari begitu banyak hal yang dapat dibuat dengan memanfaatkan barang bekas di sekitar kita, dan kami yakin ada begitu banyak ide-ide lain yang lebih baik dan kreatif dari setiap kita yang mau peduli. Mari, kita wariskan bumi yang lebih sehat kepada anak cucu dan generasi penerus kita.

press to zoom

press to zoom
1/1
Eureka!

Oleh Hendy Hunggul & Riena Nirmala

Another Brick in the Wall sebuah Maha karya Pink Floyd terus menghantui kepala menyisakan pertanyaan yang tak terjawab... Sebuah aporisma latin "Carpe diem quam minimum credula postero,” ditengah konflik psikologis siswa yang terpaksa mengejar mimpi orangtua dan harus menguburkan mimpinya sendiri bahkan sampai harus lupa menikmati hidup saat ini, hari ini dan detik ini...seize the day I LOVE YOU WHEN PERFECT! sebagai bait penutup lagu Perfect yang dinyanyikan Alanis Morissette benar-benar menjadi sebuah 👊 punch line ✊ yang menghantam kesadaran Ketiga hal tersebut diatas seperti moment Archimides meneriakkan Eureka! saat kami menemukan ❤️Erudio Indonesia sebagai Sekolah untuk Aliya❤️

carabicara by Wicak & Hes Hidayat
carabicara by Wicak & Hes Hidayat

press to zoom
carabicara by Wicak & Hes Hidayat
carabicara by Wicak & Hes Hidayat

press to zoom
1/1
carabicara

Oleh Wicak & Hes Hidayat

Saling terbuka waktu bicara sehingga tidak sia-sia.

Perbandingan 2 Metode Perekaman Audio

Oleh Syafirul Handaya Utama (Rully)

Memberikan contoh metode perekaman audio dari 2 metode tersebut berikut kelebihan dan kekurangannya dalam bentuk video.