Aya Berani Duduk dengan Perasaan Buruk
- imronzuhri2
- Feb 18, 2021
- 1 min read

Ditulis oleh: Usi Julastri Anhar
Pengalaman manis dan segala perasaan manisnya, pengalaman buruk dan segala perasaan buruknya. Kita, manusia. Tak ‘kan selamanya buruk, tak ‘kan selamanya baik. Lalu, mengapa menolak merasa sedih? Mengapa malu jika menangis? Seakan manusia harus selalu bahagia? Padahal tidak.
Saat menuliskan ini, perasaan saya yang sedang tidak tenang, menjadi sedikit reda setelah membolak-balik halaman buku “Teman Duduk”, karya Ayasha Naia, salah seorang siswa Erudio Indonesia. Beberapa karakter lucu tampak duduk bersama karakter Shaya, beraneka warnanya. Mereka adalah refleksi dari macam-macam emosi manusia sekaligus ‘Teman Duduk’ bagi Shaya.
Shaya tidak hanya mau duduk dengan emosi bahagianya, tapi si merah yang merupakan refleksi dari rasa marah pun turut diundang ke meja makan, si biru yang sedih, si oren yang kecewa, si kuning yang takut, si hijau yang iri, dan jangan lupa pula si putih yang kesepian, ia ajak duduk bersama dan merasakannya satu per satu, hingga Shaya merasakan dirinya utuh sebagai manusia.
Shaya adalah Aya, saya, kamu, dan kita semua. Kita seringkali abai dengan perasaan manusia yang kompleks. Kenapa tidak kita coba lebih ramah terhadap diri sendiri, biarkan setiap emosi mengalir dan akui bahwa sebagai manusia kamu tidak perlu selalu baik-baik saja. Jika ada hari di mana kamu hanya ingin memeluk guling di kamar, lakukanlah. Jika ada hari di mana kamu hanya mampu berbicara dengan ikan di aquarium, ke luarkanlah. Bagi Aya, semua ini adalah proses penerimaan diri yang utuh, mencoba ke luar dari gelembung yang diciptakan sendiri.




Program belajar Fisika Kelas 12 di UNICCM School difokuskan pada topik penting seperti listrik dinamis, induksi elektromagnetik, dan gelombang serta fisika modern. Siswa mendapatkan latihan soal, pembahasan mendalam, dan sesi diskusi interaktif dengan tutor berpengalaman, dengan ini siswa bisa meningkatkan kepercayaan diri untuk meraih universitas impian mereka.
Dengan kurikulum yang tersusun rapi, Matematika Kelas 3 di UNICCM School membantu siswa membangun dasar berhitung yang kuat untuk jenjang berikutnya. Masa depan cemerlang penuh prestasi.
UNICCM School menerapkan pembelajaran yang fokus pada pemahaman, bukan sekadar menyelesaikan materi. Pendekatan ini sejalan dengan Kurikulum Merdeka. Pengembangan Profil Pelajar Pancasila ikut diperkuat dalam proses belajar. Pembelajaran pun terasa lebih bermakna.
Quran Window Academy – Opening the Door to Lifelong Quranic Learning
In a world where screens dominate and attention spans shrink, Quran Window Academy stands as a digital light guiding families back to the essence of faith and understanding.This academy is not just another online platform—it’s a carefully built learning environment that connects hearts with the Qur’an through structured, engaging, and spiritually enriching courses for both kids and adults.
The academy combines traditional Quranic education with modern teaching techniques, ensuring every student—regardless of age or background—can read, understand, and live by the words of Allah.Below are three of its most beloved and life-changing programs, each crafted with precision, care, and purpose.
Quran online classes for kids and adults
The Qur’an is…
aceh4d aceh4d